PEDULIKI SALAMAKI
PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

{script}

Sebongkah Berlian dalam Dirimu

Incipme
07 Februari 2017, 00:47 WIB Last Updated 2021-08-02T15:48:51Z
Setiap kita dilahirkan untuk sukses. Makna kesuksesan itu sendiri tak didefinisikan secara seragam. Secara umum kita mengenal 4Ta untuk mendefinikan kesuksesan seseorang yaitu Harta, Tahta, Kata dan Cinta. Saat seseorang memiliki keempat – empatnya secara sempurna maka ia dapat dikatakan telah sukses. Akan tetapi, tidak semua seperti itu, sebagian orang ada yang mendefinisikannya sebagai kemampuan dalam hidup berlimpah,adan kebercukupan (cukup buat beli mobil, cukup buat beli rumah, cukup buat jalan – jalan keluar negeri J)

Yah, setiap orang memiliki pemikirannya sendiri karena setiap kita adalah unik. Untuk sesuatu yang dikatakan sukses, kita memiliki definisinya sendiri – sendiri. Kadang kita terpesona oleh penampilan luar tetapi hampa di dalam. Jangan sampai kita banyak mengejar materi setelah kita mendapatkan bukan kebahagiaan yang kita dapat, tetapi kehampaan dan kesepian diri. Itulah mengapa banyak orang – orang terkaya dunia seperti Bill Gates, Warren Buffet menyumbangkan kekayaannya untuk digunakan bagi menolong orang – orang dhuafa.

Menurut saya, berbagi merupakan bagian tak terpisahkan dalam kesuksesan. Berbagi menjadikan kita sukses menebar kebaikan dan manfaat bagi orang lain. Ingat, tubuh tak hanya membutuhkan asupan fisik tetapi juga batin dan spiritual.

Saya sangat menyukai anime dan manga Jepang. Cerita – cerita komik dan filmnya sarat makna. Tidak hanya masalah materi yang dibahas tetapi emosional dan spiritual, salah satunya adalah komik Naruto. Kisah tentang seorang anak ninja yang memiliki mimpi besar untuk menjadi pemimpin desa ninja Konoha. Mimpinya ia tanamkan dalam pikirannya dan menjadi sebuah obsesi positif dengan demikian ia memiliki tujuan yang jelas akan menjadi apa Naruto di masa depan dan bagaimana ia akan mencapainya.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa “Hanya 20% karyawan yang bekerja sesuai dengan passionnya (Penelitian Gallup Organisation)”, yup walaupun penelitian ini meneliti para karyawan tetapi bisa kita katakan setiap orang seharusnya bekerja sesuai dengan passion (dorongan dalam diri). Passion adalah Sesuatu yang mendorong kita untuk mengerjakan sesuatu dan memberikan sebuah perasaan bahagia dan tak mudah menyerah. Hal tersebut terjadi karena kita menyukai, mencintai dan menggilai hal tersebut. Hal tersebut yang menjadikan kita seakan – akan memiliki tenaga tak terbatas untuk melakukan kegiatan dan menggapai mimpi sesuai dengan passion kita.

Salah satu contoh adalah saat kita memilih jurusan untuk kuliah di perguruan tinggi. Berapa banyak yang sudah menentukannya sejak jauh – jauh hari? Pengalaman penulis saat masih SMA di Jakarta adalah saat harus memilih jurusan banyak teman – teman yang dilanda kebingungan apa yang harus dipilih. Ketidaktahuan tentang prospek masa depan, apa yang akan dipelajari dan yang terpenting adalah banyak yang tdak tahu ingin menjadi apa nanti. Hal tersebut membuat mereka banyak yang saling ikut – ikutan dalam menentukan pilihan.

Efek buruknya adalah saat kuliah, ia tak maksimal. Karena banyak hal yang mengganggu dan tidak sesuai akhirnya berdampak pada nilai akademis, pergaulan yang tidak jelas, pola belajar yang tidak teratur, perencanaan hidup yang banyak “let it flow” biarkan mengalir seperti air. Kita tak menemukan passion kita hingga akhirnya tidak dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita sendiri. Banyak kemampuan yang harusnya dikembangkan menjadi sia – sia karena tenggelam oleh kemampuan yang sebenarnya bukan “Gue Banget” tetapi jalur kehidupan mengharuskan kita mengerjakannya.

Setiap diri kita bagaikan sebongkah berlian yang belum terasah. Untuk mengasahnya dan menjadikan diri kita sukses diawali dengan menemukan passion kita dan menentukan tujuan, target dan mimpi kita di masa depan.  Memiliki mimpi, menuliskannya dan menggambarkan mimpi kita akan menjadikan otak kita lebih kaya dan berdaya untuk mewujudkan hal tersebut. Kita membutuhkan sebuah rangkaian yaitu :

Vision – Passion – Attitute – Environment

pemahaman tentang bagaimana kita membutuhkan sebuah VISI/MIMPI sebagai petunjuk arah kehidupan agar hidup menjadi bermakna dan  bahagia menjalaninya. Setiap kita setelah membuat VISI harus menemukan PASSION kita. bagaimana gaya belajar, kegiatan apa yang kita sukai untuk mendukung kita menjadikan VISI menjadi REALITA. Untuk mencapai tujuan kita membutukan SIKAP yang tepat. Bagaimana VISI dan PASSION membentuk sikap dan tingkah laku yang tepat agar kita mencapai tujuan akhir kita. Tahap selanjutnya adalah kita membutuhkan LINGKUNGAN yang tepat untuk mendukung VISI, PASSION dan SIKAP kita menjadi satu kesatuan. Bagaimana mengubah LINGKUNGAN yang penting tetapi tidak mendukung tujuan kita agar menjadi TUJUAN BERSAMA

Proses tersebut diatas akan kita bahas satu – persatu dan lebih dari itu semua kita akan membangun sebuah pondasi untuk kehidupan yang lebih baik. Bersama kita berdaya, lakukan untuk diri sendiri, orang – orang yang kita cintai dan masa depan yang gemilang. Karena kita tidak dilahirkan untuk kalah, kita tak dilahirkan untuk menyerah, kita dilahirkan untuk SUKSES.
  • Sebongkah Berlian dalam Dirimu

Terkini