PEDULIKI SALAMAKI
PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

{script}

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Lakukan Aksi Turun Ke Jalan

Wahyuddin Se
20 Agustus 2021, 20:33 WIB Last Updated 2021-08-20T12:33:43Z



Pematangsiantar PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang sedang berlangsung di Kota Pematangsiantar menjadi tanda tanya besar bagi banyak masyarakat. Hal ini karena banyaknya posko penyekatan. Anehnya, pada sore hari terlihat tidak ada satupun posko yang dijaga oleh petugas.

Prihatin atas hal ini, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Siantar-Simalungun melakukan aksi dengan turun ke jalan guna mempertanyakan efektivitas PPKM Level IV di kota Pematangsiantar.

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam GMKI melakukan long march yang dimulai dari jalan Sutomo tepat di depan Pasar Horas Jumat, (20/08/21)

Dalam orasi nya, GMKI Pematangsiantar menyuarakan agar Gugus Tugas segera memberhentikan PPKM yang sangat merugikan dan membuat resah masyarakat.

“Kami berharap agar pemerintah Kota maupun Pusat memperhatikan masyarakat kecil yang terkena imbas akibat PPKM ini”, ujar Pemimpin Aksi Gading S.

Sementara itu terlihat para pedagang juga turut serta mendukung mahasiswa dalam menyuarakan keadilan. Para pedagang juga meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para pedagang.

“Tolong pemerintah Kota Pematangsiantar, lihat nasib kami, nasib keluarga kami, anak-anak kami yang sungguh sangat memprihatikan. Kami pedagang kkeci, pedagang kaki lima sangat susah karena pemberlakuan PPKM ini. Tolong Pak Dewan, dengarkan suara kami. Tolong dan lihat kami masyarakat yang kecil ini”, pinta salah seorang pedagang pasar Horas.

Menurut pengakuan para pedagang, sudah banyak jualan mereka tidak laku bahkan ada yang sampai tutup selama PPKM ini diberlakukan. Tolong Pak DPR fikirkan kami rakyat kecil. Jangan hanya datang, duduk, diam, duit saja yang pak Dewan fikirkan, sehingga kalian lalai akan tugas kalian yang menjadi penyalur aspirasiaspiras”, sambung salah seorang pedagang lain yang turut serta melakukan aksi turun ke jalan.

Kemudian mahasiswa yang tergabung dalam GMKI melakukan aksi long march menuju Kantor DPRD Kota Pematangsiantar. Dalam perjalanan, mahasiswa GMKI menyuarakan agar segera mengevaluasi Satgas Covid 19 dan memberhentikan PPKM.

Ketika tiba di depan kantor DPRD Kota Pematangsiantar, GMKI membacakan beberapa tuntutan yang menjadi keresahan masyarakat Kota Pematangsiantar :
1. Meminta agar mengembalikan vaksinasi ke Dinkes lewat puskesmas- puskesmas dengan prosedur sederhana dan transparan
2. Meminta untuk menghentikan distribusi bansos dan vaksin yang berkerumun
3. Perketat razia penegakan disiplin dengan memastikan 5M di tempat hiburan, cafe dan mall
4. Meminta agar mengevaluasi penyekatan ruas ruas jalan karena dianggap tidak efektif dan konsisten.
5. Para pekerja harian seperti jukir, kurir, supir dan pedagang keliling yang paling terdampak PPKM level 4 ini harus dicover bantuan sosial.
6. Segera dibuat isolasi terpusat dan layanan 24 jam bagi pasien isolasi.
7. Walikota Pematangsiantar, selaku Ketua Satgas harus bertanggung jawab dengan muncul ke depan publik untuk menjelaskan penyebab naiknya Siantar ke PPKM level 4.

Kita berharap, semoga PPKM ini segara berakhir agar masyarakat kecil yang menggantungkan kehidupannya di kota dapat terselamatkan. Dan berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat lebih memperhatikan masyarakat kecil dalam mengambil sebuah keputusan yang dimana akan berdampak pada masyarakat kecil. Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi. (TB)

Reporter: Norton Simanullang

  • Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Lakukan Aksi Turun Ke Jalan

Terkini