PEDULIKI SALAMAKI
PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

{script}

Koalisi Diminta Hargai Hak Prerogatif Gubernur Papua dan Percepat Pergantian Wagub

22 Agustus 2021, 22:07 WIB Last Updated 2021-08-22T14:07:06Z


  JAYAPURA | Para pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Demokrasi Tanah Papua (FPPDP) meminta kepada koalisi Lukmen Jilid II agar mempercepat proses pergantian Wakil Gubernur dan menghargai hak prerogatif Gubernur Papua

“Dalam tahapan pergantian antara waktu wakil Gubernur Papua pasca meninggal alm. Klemen Tinal, kami anggap Ada proses yang menghambat, dimana bapak Gubernur sudah memberikan respon dan ikut mengarahkan untuk proses ini dapat berjalan cepat,” ungkap Ketua FPPD, Otniel Deda kepada awak media saat melakukan jumpa pers di Kota Jayapura, Sabtu (21/8)

Pihaknya juga meminta Ketua Koalisi Lukmen Jilid II, Mathius Awoitauw agar bisa menghargai hak Prerogatif dari bapak Lukas Enembe selaku Gubernur Papua

“Dua nama yang di setujui oleh bapak Gubernur atas nama Kenius Kogoya dan Yunus Wonda bagi kami itu sudah final,” ungkap Otniel Deda

Sebagai pemuda Otniel Deda meminta agar polemik ini di akhiri dan menghargai hak prerogatif dari Gubernur Papua

Selain itu Kenius Heselo selaku anggota FPPDP, meminta kepada koalisi Lukmen jilid II agar proses ini bisa dijalankan dengan cepat sehingga Gubernur Papua segera mendapatkan pendamping untuk menjalani sisa masa jabatannya.

Sehingga pihaknya akan tetap mendukung apapun keputusan Gubernur Papua dalam proses ini.

“Apapun keputusan gubernur itu yang kami dukung karena keputusan gubernur kami anggap ada misi besar selamatkan Papua kedepannya, artinya apa pembangunan dalam berbagai aspek, untuk itu kami meminta proses ini dipercepat,” ucap Kenius

Disisi lain Yansen Karet juga menyampaikan keputusan koalisi Lukmen Jilid II menyangkut dua nama yaitu Kenius Kogoya dan Yunus Wonda, ia sebagai pemuda memberikan dukungan dan apresiasi kepada bapak Gubernur sebagai Kepala Daerah yang mempunyai hak Prerogatif untuk mengajukan hal tersebut.

Dikesempatan yang sama Jhon Watipo mengatakan bahwa proses pemilihan Wakil Gubernur Papua tersebit dibuat keruh oleh ketua DPRP yang juga merupakan Kader NasDem.

Ia juga meminta, proses dan tahapan tersebut harus dipercepat sehingga adanya sosok wakil yang dapat membantu bapak Gubernur dalam proses pembangunan di Papua dan juga agenda PON.

Jhon Watipo mengatakan bahwa Gubernur telah menetapkan 2 nama yakni Kenius Kogoya dan Yunus Wonda yang juga masyarakat sudah mengetahui kedia figur tersebut.

“Tapi di dalam internal koalisi sendiri termaksud ketua koalisi sendiri yang membingung rakyat Papua dia posisi dimana dan dukung siapa karena Gubernur sudah sepakat dua nama tetapi ketua koalisi sendiri putar-putar membingungkan rakyat,” ucapnya

Selain itu juga Adias Lengka mengatakan ada satu dinamika yang sengaja dimainkan untuk menghalang-halangi penetapan Wakil Gubernur Papua.

“Sehingga kami meminta tidak ada lagi satu dua kelompok yang berdiri untuk menghalang-halangi setuasi pemilihan wakil gubernur dan memberikan tanggung jawab penuh terhadap tim koalisi untuk menentukan dua nama yang sudah di sepakati,” ungkap Lengka

Selanjutnya Herman selaku pemuda mengatakan meminta DPR Papua dalam hal ini Ketua DPR agar secepatnya menyurati Persiden atau Mendagri, agar secepatnya dapat mengeluarkan SK pemberhentian resmi Alm. Klemen Tinal.

“Supaya tahapan-tahapan itu mulai jalan, sehingga tidak saling lempar bahwa koalisi belum selesai makanya kami belum bisa membentuk Pansus di DPR Papua,” kata Herman

Diakhir Yuliasnus Kogoya juga berharap kepada koalisi Lukmen Jilid II dan beberapa Partai yang mempunyai kepentingan agar tidak melalukan membangun informasi dan opini yang membingungkan rakyat di tanah Papua. (Akim)

  • Koalisi Diminta Hargai Hak Prerogatif Gubernur Papua dan Percepat Pergantian Wagub

Terkini